Seorang Aktifis, Makky MS, beserta Kujang, IPMI dan KJA Jakarta turut Ringankan Beban Korban Banjir Sukawening dan Karangtengah Garut
GARUT, NEWSLETTERJABAR.COM-- Banjir bandang dan longsor yang terjadi di Kecamatan Sukawening dan Karangtengah, Sabtu 27 November 2021, hingga kini masih menyisakan penderitaan warga setempat, khususnya bagi korban yang terdampak secara langsung terjangan air dan juga material longsoran.
Disebutkan seorang aktifis Garut, Makky Muhammad Siddik, yang juga putra dari seorang tokoh senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Hj. Aminah Musadad (alm.), hampir 300 orang warga menjadi korban bencana banjir bandang tersebut.
"Selain menelan korban rumah dan kendaraan, bencana banjir bandang itu juga menghancurkan puluhan hektare lahan pertanian," ujar Makky. Rabu (01/12/2021)
Terkait itu, Makky dalam kapasitas aktifis sekaligus partisipan PPP yang juga sebagai pengelola Majelis Taklim Darusalam Wanaraja, turut ambil bagian meringankan beban korban dengan mendistribusikan makanan.
Selain itu, lanjut Makky, pihaknya bersama Komunitas Jeep Anak Garut (Kujang) ikut ambil bagian mengevaluasi kendaraan.
"Kami juga bersama Komunitas Jeep Anak Garut (Kujang) dengan inisiatif sendiri serta memanfaatkan sarana derek sebagai perlengkapan pertolongan, turut serta mengevakuasi beberapa kendaraan yang terjebak banjir dan tertimbun longsoran tanah ," tutur dia.
Dijelaskan Makky, untuk pelaksanaan bakti kemanusiaan tersebut, pihaknya bekerjasama dengan pihak Ikatan Pengusaha Muda Indonesia (IPMI) Jakarta dan Kaltara Jaya Abadi (KJA).
"Kami bersinegi dengan pihak donatur Ikatan Pengusaha Muda Indonesia (IPMI) Jakarta dan Kaltara Jaya Abadi (KJA) untuk turun tangan serta terjun ke lapangan guna meringankan para korban bencana banjir bandang di Kecamatan Sukawening dan Karangtengah Kabupaten Garut," pungkas Makky. (Lina TG/Toni G)
Komentar
Posting Komentar