Satu Rumah di Pangatikan nyaris Tertimpa Material Longsor, Kapolsek Wanaraja Cek Lokasi
GARUT, NEWSLETTERJABAR.COM-- Bencana, baik bencana longsor maupun bencana banjir, menimpa sejumlah titik di wilayah Kabupaten Garut Jawa barat, salah satunya bencana longsor di Desa Sukahurip, Kecamatan Pangatikan, Garut yang terjadi pukul 01.00 dini hari. Sabtu, (20/11/2021)
Dalam peristiwa tersebut satu tidak ada korban jiwa, namun satu rumah permanen milik Engkus (45) warga Kampung Sadahurip Pojok RT 01 RW 09 rusak berat nyaris tertimbun material tanah longsor.
Adapun kronologis terjadinya peristiwa tersebut berawal dari mengguyurnya hujan dengan curah sangat tinggi.
Diduga tidak mampu menahan gerusan air hujan secara terus-menerus, tanah di sekitar tebing tersebut akhirnya longsor serta nyaris menimbun rumah milik Engkus yang pada saat tersebut sudah dalam keadaan kosong.
Atas peristiwa tersebut, warga setempat dibantu tim BPBD, anggota Koramil 1103/scr, Satpol PP kecamatan, serta Polsek Wanaraja bergotong-royong membersihkan material longsor.
Kapolsek Wanaraja, Kompol Wawan setiawan, beserta anggota Sudah sejak pagi melakukan cek lokasi tanah longsor tersebut.
"Mengingat terbatasnya sapras di BPBD, kita juga telah menurunkan anggota sejak ada laporan kabar tanah longsor dan membantu evakuasi warga yang terdampak longsor dan ancaman banjir," ujar Wawan di lokasi TKP longsor.
Dijelaskan Wawan, penghuni rumah memang sengaja mengungsi karena tanah sekitar rumahnya yang rawan longsor.
"Tebing setinggi 7 meter tersebut dapat sewaktu-waktu longsor akibat kondisi tanah sekitar yang labil ," jelas dia.
Selain itu, Kapolsek juga meminta, warga yang tinggal di sekitar area rawan longsor untuk waspada akan bahaya tanah longsor susulan yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
"Jika kondisi sudah sangat membahayakan, warga diminta untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman, seperti ke tempat saudara atau tetangga," kata dia.
Melalui kades, Kapolsek juga mengimbau warga untuk gotong royong membersihkan material longsor yang menutupi halaman depan dan belakang rumah dengan alat seadanya.
"Meski hanya dengan alat seadanya, pekerjaan membersihkan material longsor tersebut dapat selesai karena banyaknya warga yang membantu," tutur Kapolsek.
"Saya akan berusaha semaksimal mungkin, agar persatuan dan gotong royong akan tetap dibudayakan, karena itu merupakan budaya leluhur," tambah Kapolsek Wanaraja memungkas, (Resgart/Ed. Toni G)
Komentar
Posting Komentar