Musim Hujan Bikin Resah dan Gelisah Mak Apong Pemilik Rutilahu
Laporan Diky/TG
GARUT, NEWSLETTERJABAR.COM-- 'Sudah jatuh tertimpa tangga pula', demikian peribahasa yang cocok dimajaskan terhadap kehidupan Mak Apong, salah seorang warga Kampung Pasir Lingga RT, 02 RW, 09. Desa Mekar Galih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.
Betapa tidak!
Di masa Covid-19 ini, selain tingkat kesejahteraannya rendah, Mang Apong sendiri tinggal di sebuah rumah yang sudah tidak layak huni.
Disebutkan, rumah milik Mak Apong yang berdiri di atas tanah bantaran PJKA serta berdekatan dengan sebuah vila milik orang nomor dua di Kabupaten Garut.
Rumah yang sudah reyot tersebut kondisinya semakin sangat mengkhawatirkan, terutama saat menghadapi musim hujan sebab pada sebagian atap dan dinding bilik rumah yang sudah kumuh dimakan usia rentan secara terus-menerus terguyur hujan.
Terkait itu, Mak Apong sangat berharap ada program bantuan dari pemerintah, atau pihak lainnya seperti bantuan dari pihak Legislatif karena sampai saat ini tidak memiliki biaya untuk merenovasinya.
"Jangankan untuk biaya membangun rumah, untuk resiko sehari-hari buat makanpun sangat kesulitan," aku Mak Apong. Selasa (02/11/2021)
Mak Apong berharap segera mendapatkan bantuan renovasi rumahnya yang kini ditempati bersama ketiga anak dan satu cucunya.
"Saya hanya bisa berpasrah diri serta berdo'a kepada Alloh untuk dapat segera memperbaiki rumah karena saya sendiri yang hidup lama tanpa suami, seakan terus menerus menanggung bebas oleh sendiri tanpa adanya bantuan siapapun juga," ungkap Mak Apong.
Menyikapi kondisi rumah Mak Apong, seorang tetangga Mak Apong, Asep (45), juga yang lainnya, sempat menawarkan agar keluarga yang termasuk KPM dari PKH ini, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, untuk sementara menginap di rumah tetangganya.
"Rupanya ia merasa malu bila terus menerus numpang nginap di rumah warga lainnya. Jadi, terpaksa ia masih tidur di rumahnya yang tidak layak huni itu," kata Asep.
Sejauh itu, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Mekar Galih, masih belum bisa berupaya dan berusaha menciptakan swadaya dalam bentuk gotong royong dengan berbagai alasan. (*)
Komentar
Posting Komentar