Jujur Modal tak Ternilai

 


Oleh  Idat Mustari*


NEWSLETTERJABAR.COM-- Muhammad SAW sebelum jadi nabi, terkenal di kalangan penduduk Makkah bukan karena beliau ‘Jawara’ dan atau ‘Jeger’ yang punya track record mengalahkan para preman besar  yang membuat dirinya saat mengaku sebagai Nabi, orang-orang dekat dengannya mengikutinya, melainkan Muhammad SAW terkenal karena kejujurannya.


Saat Muhammad SAW Sebagai pedagang senantiasa menjaga kepercayaan para investor termasuk dari investor kaya Khadijah yang kemudian jadi istrinya.


Dalam menjalankan bisnisnya beliau memperkuat jiwanya dengan kejujuran, keteguhan, ketepatan janji, dan etika bisnis lainnya. Akibatnya penduduk Mekah, mengenal serta menyebut Muhammad SAW sebagai Al-Amin yang artinya dapat dipercaya.


Sebuah Riwayat mengisahkan, Rabi bin Badr pernah melakukan kerjasama dagang dengan Muhammad SAW ketika belakangan mereka bertemu lagi, Muhammad SAW mengatakan, ”Apakah Engkau Mengenaliku ?”
Ia menjawab, "Kau pernah menjadi mitraku dan mitra yang paling baik pula. Engkau tidak pernah menipuku dan tidak berselisih denganku.”


Maka di saat Nabi Muhammad SAW mengumpulkan warga Makkah di bukit Shofa untuk menyampaikan Islam secara terang-terangan, beliau berkata, “Apa pendapat kalian jika kukabarkan ada sepasukan berkuda yang mengepung kalian di lembah ini? Apa kalian mempercayaiku?”
Orang-orang yang hadir saat itu menjawab, “Kami tidak pernah mempunyai pengalaman bersama engkau kecuali kejujuran.” (HR Bukhari).


Kejujuran yang ada pada pribadi Muhammad SAW menjadi kunci keberhasilan meyakinkan warga Makkah yang dimulai dari orang-orang terdekatnya


Dunia semakin kesulitan menemukan orang-orang yang jujur karena hari ini orang menghormati orang lain bukan karena kepribadiannya (kejujurannya) melainkan karena uangnya; tak peduli mendapatkan dengan cara tidak jujur.


Orang jujur dan baik tapi tak beruang tak akan pernah mendapat tempat yang baik. Kebohongan lebih diappresiasi selama dibungkus oleh lembaran rupiah.


Dunia telah membuat telinga lebih senang mendengar ketidak jujuran. Ketidak jujuran membuat senyum mengembang. Ketidak jujuran lebih mendapatkan pujian dan hadiah. Jean Jaques Rousseau berkeluh kesah sambil berkata :”Semakin banyak orang pandai, semakin sulit dicari orang jujur.” Berilmu tinggi tapi hati nya dipenuhi kerakusan, iri, hati,kebencian dan penipuan.


Kejujuran memang sangat mahal harganya. Kejujuran adalah modal utama,bukan uang. “Money Is not number one capital in business.the number one capital is trust.” Dan ini yang sering aku lupakan atau mungkin juga kamu. (*)


*Wakil  Sekretaris DMI Kabupaten Bandung dan Advokat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemuan FORPIS dan Tokoh Masyarakat Garut Bahas Masa Depan Aktivitas Kepemudaan

Ahmad Bajuri : FORGAKI Gelar Konsolidasi Dukung Suskesnya Program Koperasi Merah Putih serta Revitalisasi di Jabar

Relawan Kujang Dewa Ucapkan Selamat dan Sukses, Dedi-Erwan Memimpin Jawa Barat