Bingung, ke Mana Mengadu para Pelaku Seni Budaya dan Pariwisata Garut

 


GARUT, NEWSLETTERJABAR.COM-- Pandemi Covid 19 yang konon masih berlangsung  ternyata banyak membuat para pelaku seni dan budaya serta pelaku pariwisata yang gulung tikar.  Hal itu dikarenakan bidang ini merupakan salah satu yang dilarang digelar selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).


Susahnya mendapatkan pemasukan bagi keberlangsungan hidup untuk  mereka dan keluarganya membuat mereka merasa terjebak dalam kesulitan, dan bingung harus ke mana mengadukan nasibnya.


Bukan itu saja, pembinaan terkait program yang berkaitan dengan seni dan budaya serta pariwisata juga yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) dalam peningkatan kapasitas pada sektor ini dirasakan oleh sebagian besar para pelaku tidak pernah menyentuh mereka.


Kondisi tersebut tak urung menjadi sorotan dari beberapa pelaku dan pengamat seni dan budaya serta pariwisata yang ada di Kabupaten Garut.


Salah seorang pelaku dan pengamat budaya di Kabupaten Garut, Ratno Suratno yang akrab disapa Wa Ratno, mengkritisi hal tersebut.


Wa Ratno memberikan gambaran lugas tentang program-program di bidang seni dan budaya serta pariwisata yang dinilainya belum menyentuh semua kalangan.


"Sebenarnya banyak program pelatihan ataupun peningkatan kapasitas yang saya tahu dari media, tetapi sampai saat ini belum dirasakan pemanfaatannya atau sejauh mana efek domino terhadap dunia budaya di Kabupaten Garut," ujar Wa Ratno saat diwawancara melalui sambungan selulernya, Sabtu (06/11/2021)


Disebutkan Wa Ratno, banyak kegiatan yang diselenggarakan Disparbud Garut yang terkesan ditutup - tutupi.


Menurut dia, selama kepemimpinan H. Budi Gangan Gumilar yang sudah berjalan tujuh tahun, masih didapati monopoli kegiatan oleh Dinas, jauh dari publisitas dan kontrol dari masyarakat.


"Padahal sebenarnya masyarakat seni dan budaya sebagai penopang utama pariwisata akan memberikan dampak yang signifikan terhadap keberlangsungan sektor ini, apalagi jika Disparbud mempunyai kepekaan akan eksistensi mereka dalam partisipasi membangun bangsa ini," jelas dia.


Terakhir  Wa Ratno menandaskan, seharusnya Bupati Garut sebagai Top Leader dari para pemangku kebijakan mempunyai pertimbangan yang objektif terhadap kinerja SKPD terkait.


"Hal itu demi terciptanya Kabupaten Garut yang sadar akan potensi guna meningkatkan iklim dunia Pariwisata sebagai penunjang ekonomi  kerakyatan," tandas Wa Ratno memungkas.(Joe & Tim)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemuan FORPIS dan Tokoh Masyarakat Garut Bahas Masa Depan Aktivitas Kepemudaan

Ahmad Bajuri : FORGAKI Gelar Konsolidasi Dukung Suskesnya Program Koperasi Merah Putih serta Revitalisasi di Jabar

Relawan Kujang Dewa Ucapkan Selamat dan Sukses, Dedi-Erwan Memimpin Jawa Barat