Sekilas Makna Santri menurut Bahasa Arab

 



Oleh Kang Oos


Santri Pesantren Nurulhuda Cibodas Cikajang (1988-1991)


NEWSLETTERJABAR.COM-- Setiap  tanggal 22 Oktober kita di Indonesia memperingati  Hari Santri Nasional.


Dalam kesempatan ini, penulis akan mencoba menyampaikan bahasan singkat tentang kata atau istilah santri yang pernah dibahas oleh seorang ulama jumhur.


Menurut ulama dari Pandeglang, Banten, K.H. Abdullah Dimyathy,  asal usul istilah “santri" juga bisa ditelaah dari versi bahasa Arab,


Kata “santri" terdiri atas empat huruf Arab, yakni sin, nun, ta’, dan ro’ yang masing-masing mengandung makna tersendiri dan hendaknya tercermin dalam sikap seorang santri, demikian dikutip dari buku Kiai Juga Manusia: Mengurai Plus Minus Pesantren (2009).


Menurut beliau bahwa huruf sin merujuk pada satrul al ‘awroh atau "menutup aurat"; huruf nun berasal dari istilah na’ibul ulama yang berarti "wakil dari ulama"; huruf ta’ dari tarkul al ma’ashi atau "meninggalkan kemaksiatan"; serta huruf ‘ro dari ra’isul ummah alias "pemimpin umat".


Wallahualam. (*)


*)Selamat Hari Santri. Semoga Negeri ini senantiasa berada dalam kebarokahan Allah SWT.

Salam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemuan FORPIS dan Tokoh Masyarakat Garut Bahas Masa Depan Aktivitas Kepemudaan

Ahmad Bajuri : FORGAKI Gelar Konsolidasi Dukung Suskesnya Program Koperasi Merah Putih serta Revitalisasi di Jabar

Relawan Kujang Dewa Ucapkan Selamat dan Sukses, Dedi-Erwan Memimpin Jawa Barat