Umat Islam Gelar Aksi Solidaritas Palestina di Alun-alun Ciamis

 


CIAMIS, NEWSLETTERJABAR.COM-- Berlokasi si Alun-alun Ciamis beberapa komunitas yang terdiri atas Ormas, LSM, dan perkumpulan umat Islam menggelar aksi unjuk rasa atas tindakan agresi Israel terhadap pihak Palestina. Jumat (21/05/2021)


Adapun pihak yang tergabung dalam aksi tersebut adalah Ormas ACT, Ikatan Pemuda Mesjid Agung, BSGC Bikers, Subuhan Galuh Ciamis, Ikatan Da'i Muda, PHB, juga Ormas Pemuda Pancasila.


Disebutkan, kegiatan aksi tersebut pada intinya mengutuk kekejaman Israel dengan melakukan serangan terhadap Palestina. Karena itu, mereka mengajak umat Islam bersatu untuk membantu pihak Palestina.


Tampil memberi orasi dalam aksi tersebut di antaranya dari Bikers Subuhan Galuh Ciamis, Aep Saepul Trisnawan dan dari Majelis Cinta Rosul ciamis, Iyus Sodikin.




Dipaparkan Iyus dalam orasinya bahwa tanah Palestina sesungguhnya merupakan tanah wakaf milik kaum Muslim. Bukan hanya milik bangsa Arab atau bangsa Palestina saja. Palestina telah berada di bawah kekuasaan Islam saat dibebaskan oleh Khalifah Umar bin al-Khathab radhiyallahu ‘anhu pada tahun 15 H. Beliaulah yang langsung menerima tanah tersebut dari Safruniyus di atas sebuah perjanjian yang dikenal dengan Perjanjian ‘Umariyah, yang di antara isinya yang berasal dari usulan orang-orang Nasrani, yaitu “agar orang Yahudi tidak boleh tinggal di dalamnya.”



Namun, sejak Khilafah Utsmaniyah runtuh tahun 1924, akhirnya Bumi Palestina jatuh ke tangan Zionis Yahudi, sang agresor dan penjajah. Zionis Yahudi berhasil mendirikan entitas negaranya pada tahun 1948 dengan menduduki 77 persen tanah Palestina, setelah mengusir 2/3 (dua pertiga) rakyat Palestina dari tanah mereka.



Sejak pendudukan itu, menurut Dr Ibrahim Abu Jabir, sebanyak 478 desa dilumatkan dari total 585 desa yang ada di wilayah Palestina tahun 1948. Akibatnya, sebanyak 804 ribu orang Palestina hijrah ke luar wilayah terjajah pada tahun 1948. Sebanyak 30 ribu orang lainnya diusir dari tanah mereka ke daerah-daerah lain.



Sejak tanah mereka dirampok dan dijajah Zionis Yahudi inilah bangsa Palestina terus merana. Tak ada yang membela secara nyata.



Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,
Masalah  Palestina adalah penjajahan oleh Zionis Yahudi. Ini yang pokok masalahnya. Bukan makanan dan obat-obatan, meski hal yang penting juga.

 

Karena itu untuk mengembalikan al-Quds dan membebaskan kembali Palestina dari cengkeraman kaum Zionis Yahudi saat ini, apa yang dilakukan oleh Salahuddin al-Ayyubi patut diteladani.



Apa yang dilalkukan Salahuddin? Jihad. Jihadlah jalan satu-satunya bagi pembebasan al-Quds dan Palestina.



Sungguh, jika ada kemauan politik dari para penguasa Arab dan Muslim,  jihad untuk mengusir kaum Zionis Yahudi bukan perkara yang sulit dilakukan. Namun faktanya, setelah pendudukan Palestina oleh kaum Zionis Yahudi berjalan lebih dari 70 tahun, mengharapkan para penguasa Arab dan Muslim mau mengerahkan pasukan mereka untuk berjihad membela Palestina, ibarat jauh panggang dari api.



Umat Islam membutuhkan Khilafah, yang dipimpin oleh seorang khalifah. Sebabnya jelas, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:


إِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ


Imam (Khalifah) itu laksana perisai; kaum Muslim diperangi (oleh kaum kafir) di belakang dia dan dilindungi oleh dirinya (HR Muslim).



Apa yang disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas pernah dibuktikan dalam sejarah oleh para khalifah pada masa lalu. Salah satunya Khalifah Al-Mu’tashim Billah yang sukses menaklukkan Kota Amuriyah, kota terpenting bagi imperium Romawi saat itu, selain Konstantinopel.



Saat itu, penguasa Amuriyah, salah seorang raja Romawi, menawan wanita mulia keturunan Fathimah radhiyallahu ‘anha. Wanita itu dinistakan hingga berteriak dan menjerit meminta pertolongan.



Kabar itu sampai ke telinga Khalifah Al-Mu’tashim Billah. Saat itu pula ia bangkit dari tempat tidurnya seraya berkata, “Aku segera memenuhi panggilanmu!”



Khalifah mengerahkan puluhan ribu pasukan kaum Muslim menuju Kota Amuriyah. Terjadilah peperangan sengit. Kota Amuriyah pun berhasil ditaklukkan. Hanya demi satu orang Muslimah.



Karenanya, sekali lagi, umat memang butuh Khilafah, juga seorang khalifah seperti Al-Mu’tashim Billah. Untuk membebaskan Palestina dan negeri-negeri kaum Muslim lainnya yang tertindas seperti Kashmir, Suriah, Xinjiang, Myanmar, dan lainnya.



Insya Allah, masa yang mulia itu akan segera tiba karena memang telah di-nubuwwah-kan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:


ثُمّ تَكُوْنُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ



Kemudian akan datang kembali masa Khilafah yang mengikuti metode kenabian (HR Ahmad), (Jian/tg)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemuan FORPIS dan Tokoh Masyarakat Garut Bahas Masa Depan Aktivitas Kepemudaan

Ahmad Bajuri : FORGAKI Gelar Konsolidasi Dukung Suskesnya Program Koperasi Merah Putih serta Revitalisasi di Jabar

Relawan Kujang Dewa Ucapkan Selamat dan Sukses, Dedi-Erwan Memimpin Jawa Barat