TERJALNYA ZAMAN BAGI JELATA


Praduga Zaman 

Inilah rupa zaman yang sebenarnya.
Gelap,
menyerupai belantara kelam
dalam tatanan hasrat-hasrat rimba liar.

Hanya orang sesat yang dapat berjalan dengan cepat dan mencapai juara
diiringi derai tawa pelecehan.

Inilah zaman yang sebenarnya.
Curam dan terjal bagi sang jelata, 
yang tidak sadar berada di mana, 
kecuali merasa tidak punya pijakan.

Nyalinya tersendat dalam pekat aturan yang mengerdilkannya.
Lunglai dalam kesangsian masa depan sesama jelata.

Inilah rupa zaman yang sebenarnya.
Manusia-manusia pandir tampil mengisi atmosfir negeri dengan pasih.
Tiada kebenaran sejati.
Dan kepalsuan menyergap diri menjadi sangat nisbi, malah nihil.

Inilah rupa zaman yang sebenarnya.
Penghuni bumi nyaris banyak yang mirip jelmaan iblis,
Memutar balik makna pahala dengan siksa
Mengatrekan kebenaran 
di urutan paling belakang
Atau malah 
tak punya nomor panggilan sama sekali.

Inilah rupa zaman yang sebenarnya.
Dari detik ke detiknya, 
membuat batin semakin ngeri dan miris. 

Minggu, 23/08/2020 di Garut (dari catatan harian Toni Gempur) 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemuan FORPIS dan Tokoh Masyarakat Garut Bahas Masa Depan Aktivitas Kepemudaan

Ahmad Bajuri : FORGAKI Gelar Konsolidasi Dukung Suskesnya Program Koperasi Merah Putih serta Revitalisasi di Jabar

Relawan Kujang Dewa Ucapkan Selamat dan Sukses, Dedi-Erwan Memimpin Jawa Barat